Hebang Group, salah satu perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang kimia, tertarik untuk berinvestasi di kawasan industri Kaltim. Pertemuan antara Hebang Group dan Kepala DPMPTSP Kaltim pada Sabtu, 8 April 2023 lalu membahas eksplorasi lokasi potensial di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE) di Bontang. KIE diketahui memiliki potensi yang besar untuk menjadi pusat industri yang maju dan modern di Indonesia.
Menanggapi rencana itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendukung rencana investasi yang akan dilakukan perusahaan asal Tiongkok bernama Hebang Group ke Bontang.
Menurut Faiz, dengan adanya investasi baru ini sangat berperan penting dalam meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan di Kota Taman. Sehingga rencana ini perlu didukung.
“Saya pribadi sangat menyambut baik soal kabar ini, karena bisa membuka peluang membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” ujar Politikus Partai Golkar ini, Minggu (16/4/2023).
Maka dari itu, sebagai upaya mendukung rencana tersebut kata Faiz, pemerintah bisa mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan agar proses investasi tersebut bisa berjalan lancar. Salah satunya terkait regulasi.
Sehingga, bisa meyakinkan para investor dan juga sebagai bentuk mewujudkan visi misi Pemkot yakni, Bontang ramah investasi. Dan membuka peluang investasi perusahaan lain yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
“Kalau memng ada tugas yang harus kita lengkapi, contohnya berupa atau hal-hal yang bisa membuat investor yakin masuk ke Bontang. Atau aturan regulasi yang harus dilengkapi, kami siap membantu, untuk mewujudkan Bontang ramah investasi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Provinsi Kalimantan Timur Puguh Hardjanto mengatakan Hebang Group sebelumnya telah melakukan survei ke beberapa provinsi.
“Jadi perusahaan asal Tiongkok itu rencananya mencari daerah investasi. Nah, makanya mereka melakukan visitasi ke beberapa provinsi. Di Kaltim sendiri Bontang yang dilirik,” ujar Kepala DPM-PTSP Provinsi Kalimantan Timur Puguh Hardjanto.
Namun, pertemuan tersebut belum final. Selain itu, nilai investasi juga belum diketahui dan belum ada kesepakatan. Karena mereka mencari lokasi yang ramah dalam mengakses bahan baku, kelengkapan sarana prasarana juga sisi harga.
(kaje/red)











