Daerah

Kabut Asap Kembali Selimuti Sampit, Jarak Pandang Sempat Cuma 100 Meter

×

Kabut Asap Kembali Selimuti Sampit, Jarak Pandang Sempat Cuma 100 Meter

Sebarkan artikel ini
kabut asap sampit
Tangkapan layar unggahan warganet Facebook Shandre Sushantie yang memperlihatkan kondisi kabut asap tebal di sekitar pekarangan rumahnya pada Kamis (24/9/2026) pagi.

SAMPIT, PARAGRAFNEWS.CO – Kabut asap kembali menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Kamis (24/9/2026). Kondisi paling pekat terjadi pada pagi hari ketika jarak pandang di wilayah tersebut sempat turun hingga sekitar 100 meter.

Berdasarkan pengamatan cuaca BMKG Kotim di Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, jarak pandang pada pukul 08.00 WIB tercatat hanya 100 meter dengan kondisi cuaca berupa kabut asap. Situasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang melintas di jalan raya.

Jarak Pandang Sampit Berangsur Membaik

Data pengamatan BMKG menunjukkan kondisi mulai membaik setelah pukul 08.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi sekitar 200 meter. Suhu udara tercatat 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen dan angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam.

Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang masih berada di kisaran 200 meter. Suhu mencapai 29,1 derajat Celsius dengan kelembapan 73 persen, sedangkan angin bergerak dari arah timur dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam.

Sebelumnya, pada pukul 08.00 WIB, kondisi angin tercatat tenang atau calm. Suhu berada di angka 25,7 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 91 persen.

Kondisi tersebut turut memengaruhi jarak pandang pada pagi hari.

Warga Bagikan Kondisi Kabut Asap di Facebook

Kondisi kabut asap juga terlihat dari unggahan warga di media sosial.

Seorang warga bernama Shandre Sushantie membagikan kondisi pagi hari melalui akun Facebook-nya sekitar tujuh jam sebelum laporan ini ditulis.

Dalam unggahannya, Shandre menggambarkan kondisi asap yang cukup tebal hingga membuat langit tidak terlihat.

“Pagi ini asap nya tebal sampai gak kelihatan lagi langit nya…”

Pantauan Paragrafnews.co, unggahan tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi yang dirasakan warga di lapangan.

Asap Terasa hingga Siang dan Malam

Keluhan mengenai kabut asap juga datang dari warga Sampit lainnya.

Warga mengeluhkan asap yang masih terasa sepanjang hari, bahkan disebut semakin mengganggu ketika memasuki siang hingga malam.

“Asap hampir sepanjang hari, makin parah siang hingga malam. Bahkan sore asap oranye, mata pedih, napas sesak,” ujar seorang warga bernama Upik, seperti dikutip Radar Sampit, Kamis (24/9/2026).

Keluhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya jarak pandang, tetapi juga dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari.

Kabut Asap di Tengah Karhutla Kalteng

Kondisi kabut asap di Sampit terjadi ketika persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah.

Sehari sebelumnya, pengamatan BMKG di kawasan Bandara Haji Asan Sampit juga mencatat jarak pandang sekitar 100 meter pada pagi hari.

Di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur, kondisi jarak pandang yang terbatas turut dirasakan masyarakat. Pengguna jalan bahkan dilaporkan memilih menepi ketika asap semakin pekat.

Data titik panas juga menjadi bagian dari pemantauan karhutla di wilayah tersebut. Namun, titik panas atau hotspot yang terdeteksi satelit tidak otomatis berarti setiap titik merupakan satu kejadian kebakaran, sehingga data tersebut perlu dibaca bersama informasi lapangan dan verifikasi petugas.

Aktivitas Warga Perlu Diwaspadai

Jarak pandang yang sempat turun hingga 100 meter membuat pengguna jalan perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada pagi hari ketika kabut asap masih tebal.

Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain dan menggunakan lampu kendaraan ketika jarak pandang menurun.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga dapat memantau perkembangan kondisi udara dan mengikuti imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait.

Hingga Kamis (24/9/2026), kabut asap masih menjadi persoalan yang perlu dipantau di Sampit dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Data BMKG menunjukkan jarak pandang sempat berada pada titik 100 meter pada pagi hari sebelum berangsur membaik. Sementara itu, unggahan warga di media sosial memperlihatkan bagaimana kondisi kabut asap tersebut dirasakan secara langsung di tengah masyarakat.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *