Internasional

Enam Warga Sipil Pakistan Tewas Akibat Penembakan Brutal Pasukan Afganistan

×

Enam Warga Sipil Pakistan Tewas Akibat Penembakan Brutal Pasukan Afganistan

Sebarkan artikel ini
Enam Warga Sipil Pakistan Tewas
Seorang pria yang terluka dalam penembakan diangkut ke rumah sakit di Chaman, Pakistan [Foto AP]

Sebanyak enam warga sipil Pakistan tewas dan 17 lainnya luka-luka akibat penembakan brutal yang dilakukan oleh pasukan Afganistan, demikian dilaporkan tentara Pakistan.

Baca juga: 907 Tewas Akibat Tersambar Petir di India

“Sedikitnya enam warga sipil telah tewas oleh tembakan “tak beralasan” dari pasukan Afghanistan di dekat perbatasan Chaman, Jumat (11/12),” kata militer Pakistan.

Sementara itu, sayap media tentara Pakistan menjelaskan pada hari Minggu bahwa tembakan itu melukai 17 orang, dan mereka menyebut tembakan itu dari senjata berat yang tidak beralasan dan membabi buta oleh pasukan Afghanistan terhadap warga sipil.

Chaman perbatasan Afganistan-Pakistan

Sebelumnya, kekerasan melanda Chaman di Pakistan barat daya menyusul serangkaian insiden dan serangan mematikan yang telah meningkatkan ketegangan dengan penguasa Taliban Afghanistan. Chaman adalah penyeberangan perbatasan utama untuk perdagangan antara kedua negara.

Di Afghanistan, juru bicara gubernur Kandahar, Attaullah Zaid, tampaknya mengaitkan bentrokan antara pasukan Pakistan dan Taliban dengan pembangunan pos pemeriksaan baru di sisi perbatasan Afghanistan.

“Satu pejuang Taliban tewas dan 10 lainnya luka-luka. Tiga warga sipil juga terluka,” tambahnya.

Tentara Pakistan mengatakan pasukan menanggapi tembakan Afghanistan, tetapi sayap medianya tidak memberikan informasi lebih lanjut. Dikatakan Pakistan telah melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang di ibukota Afghanistan, Kabul, untuk menindaklanjuti insiden diperbatasan yang kian merebak.

Seorang dokter di rumah sakit yang dikelola pemerintah di Chaman, Akhtar Mohammad, mengatakan kepada The Associated Press bahwa peluru tajam melukai 27 orang yang dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Dari jumlah tersebut, enam meninggal dan tujuh dalam kondisi kritis. Baca berikutnya di Google News klik di sini >> 

sumber: aljazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *