Banjir yang melanda Bontang dalam 2 hari terakhir dianggap banyak merugikan masyarakat. Setidaknya, masyarakat di 3 Kelurahan yang mendapat dampak banjir yang cukup parah setelah diguyur hujan deras belakangan ini, yakni Kelurahan Api-Api, Gunung Elai dan Bontang Kuala.
Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang pun mendorong masyarakat untuk menuntut ganti rugi ke pemerintah akibat banjir tersebut.
“Masyarakat saya dorong untuk tuntut pemerintah,” ujar Bakhtiar, Jumat (05/03/2021).
Ke media ini, pria yang akrab dipanggil BW itu mengatakan, selama ini Pemerintah Kota Bontang kurang memperhatikan masalah banjir. Hal tersebut ditandai dengan minimnya rekomendasi yang dijalankan Pemerintah sejak diberikan pada 2019 lalu.
Imbas dari hal tersebut, membuat banjir tidak menunjukkan tanda akan selesai. Masyarakat pun dianggap yang paling mendapat kerugian akibat banjir.
“Pemerintah kurang peduli, akibatnya masyarakat jadi korban. Wajar kalau mereka menuntut,” ujarnya.
Dikatakan BW, dengan kondisi yang ada dia akan mendorong DPRD Bontang menggunakan hak interpelasi, untuk menanyakan tanggung jawab yang diamanahkan kepada Pemerintah kota.
Diapun menyatakan bersedia sebagai anggota dewan pertama yang menggunakan hak tersebut. Mengingat, di masa periode sebelumnya BW berposisi sebagai ketua pansus penanganan banjir.
“Sebagai anggota dewan saya akan gunakan hak interpelasi untuk menanyakan sejauh mana pemerintah melakasanakan tanggung jawab dari DPRD ke Pemerintah Kota dalam hal penanganan banjir. Dalam hal ini rekomdasi pansus banjir ,” pungkasnya. (Kaje/Reza).











