Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik mengelar Reses Kedua Masa Sidang III Tahun 2022 di Jalan Semarang II, tepatnya di RT 29, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Bontang, Kalimatan Timur. Jumat (19/8/) malam.
Dalam Reses tersebut salah satu perwakilan warga RT 29 Jainuddin meminta jalan di Bontang Lestari segera dilakukan perbaikan, sebab, jalan yang ada saat ini walaupun sudah diperbaiki tidak lama rusak lagi. Dampaknya kata dia, seorang warga mengalami kecelakaan karena melalui jalan rusak tersebut.
“Warga yang kecelakaan kemarin ini tidak mampu dan memilih tidak berobat kerumah sakit, ketika ada yang bantu untuk biaya namun, ketika di rawat uangnya kurang. Kami juga minta ketika ada warga yang tidak mampu ketika berobat diratiskan,” ungkapnya.
Menanggapi usulan itu, Abdul Malik mengatakan, jalan dari depan RSUD sampai jembatan santan itu ada tiga nama jalan yakni jalan Soekarno Hatta, M. Roem dan Cipto Mangunkusumo. Secara status jalan itu memang milik Pemerintah Kota Bontang. Kenapa masih milik pemerintah Kota Bontang dengan maksud agar pemeliharaan jalan masuk dianggaran rutin APBD Bontang.
“Jauh sebelum ditetapkan sebagai kawasan industri, jalan di Bontang Lestari dibangun dengan kualitas jalan untuk akses menuju pusat pemerintahan,” ujarnya.
Kata dia, karena tidak memiliki sumber daya alam (SDA) dan hanya memiliki sumber daya manusia (SDM), maka di Bontang Lestari dijadikan sebagai wilayah industri mengingat Bontang akan memasuki pasca migas. Sehingga masuklah investor membangun pabrik CPO dan PLTU kalau nanti berkembang diharapkan seperti Pupuk Kaltim, namun diantara resikonya adalah jalan yang ada diperbaiki akan rusak lagi.
“Apa yang kami lakukan sebagai anggota DPRD yakni berusaha berkomunikasi dengan perusahaan dan pemprov Kaltim maupun kepusat untuk mendapat bantuan keuangan bersama pemerintah kota Bontang. Sehingga Bontang mendapat bantuan keuangan sebesar Rp 4 miliar untuk perbaikan jalan di Bontang Lestari walaupun perbaikannya masih tambal sulam,” ungkapnya.
Baca juga artikel lainnya di Google News disini >>
kaje/red











