DPRD Bontang

Abdul Malik Desak Pemerintah Cari Solusi Penanganan Banjir di Bontang

×

Abdul Malik Desak Pemerintah Cari Solusi Penanganan Banjir di Bontang

Sebarkan artikel ini
Banjir Bontang
Banjir menggenangi jalan brokoli kelurahan gunung elai, kecamatan bontang barat, bontang kalimantan timur pada senin 5 september 2022 / ist

Wakil ketua komisi III DPRD Bontang Abdul Malik meminta pemerintah segera mengambil langkah dan solusi penanganan banjir di Kota Bontang yang kian meresahkan masyarakat.

Ia menyebut, salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan segera menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Banjir yang dimana didalamnya mengatur alokasi 10 persen APBD untuk penanganan banjir di Bontang.

“Solusinya ya harus ada Perda penanggulangan banjir itu. Kalau anggaran sudah jelas kita bertahan di 10 persen dari APBD dalam jangka waktu 5 tahun,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (6/9/2022).

Selain itu, menurut Ustad Malik sapaannya, menuturkan pemerintah daerah sebagai top leader harusnya bisa saling berkoordinasi agar segera mencari solusi penanganan banjir di kota taman (sebutan kota Bontang) ini.

“Antara eksekutif dan legislatif harus bisa mencari solusi. Apalagi sekarang ini rata-rata yang berimbas banjir itu sudah di tiap kelurahan. Jadi antara penanggulangan banjir dan mitigasi bencana Perdanya harus sifatnya khusus biar fokus penanganannya,” timpalnya.

Politisi partai PKS ini juga menerangkan saat ini Kota Bontang sedang mengalami krisis air baku, yang selama ini masih mengandalkan air bawah tanah yang jumlahnya sudah semakin berkurang. Sementara ketersediaan air permukaan yang berasal dari hujan tidak ditampung untuk kebutuhan air bersih kota Bontang.

“Maka untuk mengurangi banjir harusnya air permukaan itu bisa ditampung. Dengan anggaran APBD bisa membuat folder yang dimana fungsinya selain untuk penanggulangan banjir, air yang tertampung didalam folder juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku di kota Bontang,”ungkapnya.

Kata dia, Komisi III sudah pernah melakukan kunjungan kerja ke Kota Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara. Ustad Malik menyebut Tarakan membuat 8 folder untuk menampung air hujan untuk kebutuhan air baku sekaligus untuk penanggulangan banjir.

“Kita tidak perlu jauh-jauh untuk belajar, Kota Tarakan bisa kita jadikan contoh untuk penanganan banjir,” sebutnya.
Baca juga di Google News di sini >>

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *