Bontang – Paragrafnews.com: Pupuk Kaltim berkomitmen meningkatkan SDM Bontang. Oleh karenanya, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkot Bontang pun dilakukan pada pembukaan pelatihan melalui bantuan program BLK Samarinda, Senin (9/9/2019) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Apresiasi Pelatihan Kerja oleh BLK Samarinda
Hal tersebut sejalan dengan usaha peningkatan kualitas SDM di Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Efendi mengatakan pelatihan melalui BLK Samarinda serta penandatanganan MoU antara Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM dalam menghadapi dunia kerja.
“Selain sejalan dengan usaha peningkatan kualitas SDM Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden RI, juga sesuai dengan misi perusahaan, dalam memberikan manfaat optimum bagi masyarakat,” jelas Meizar, usai meneken MoU dengan Pemkot Bontang.
Meizar juga menyebut Pupuk Kaltim memiliki program pemagangan yang terdiri dari Pupuk Kaltim Apprentice Challenge atau PAC yang saat ini telah memasuki batch 3. Selain itu, lanjut Meizar, ada juga program magang dalam negeri yang telah memasuki angkatan kedua serta praktek kerja lingkungan atau PKL.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menuturkan memang sepakat dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menggelar MoU menunggu semua pimpinan perusahaan bisa hadir di tengah kesibukannya.
“Alhamdulillah hari ini dari Pupuk Kaltim, KPI, KMI, Indominco, dan Badak LNG hadir semua, saya atas nama Pemkot Bontang mengucapkan terima kasih atas komitmennya,” kata Neni.
Perusahaan sangat komitmen membangun Kota Bontang untuk bagaimana anak Bontang bisa berpartisipasi aktif untuk mengurangi pengangguran di Bontang.
Kalau bicara tentang pengangguran, Bontang termasuk tinggi di Kaltim, karena migrasinya yang cukup tinggi.
“Semua yang datang, bukan karena angka keluarga berencana yang gagal, tetapi ada migrasi dari luar Bontang, sehingga banyak pencari kerja di Bontang,” ungkapnya.
Tantangan tersebut dijawab oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan memberikan paket pelatihan yang dibantu oleh perusahaan.
Melalui pelatihan ini, memberikan penguatan bagi para peserta yang ke arah ekonomi kreatif dengan siapnya pencari kerja.
Pelatihan yang sekaligus dibuka pada kesempatan itu digelar untuk 17 paket dengan jumlah 272 peserta dari anggaran BLK Samarinda.
kaje/red











