SERUYAN, KALTENG — Lima sekoci karet atau liferaft bertuliskan Virgo Transport 8 ditemukan terpencar di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian pencarian dan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Lima sekoci itu ditemukan pada Rabu, 16 September 2026, setelah warga melaporkan keberadaannya kepada aparat. Tim Ditpolairud Polda Kalteng kemudian bergerak ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut.
artikel terkait: MV Haida Tiba di Banjarmasin Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Transport 8
Berdasarkan penyisiran di sekitar perairan Desa Sungai Perlu, petugas menemukan lima liferaft dalam posisi terpencar atau saling berjauhan.
Sekoci Ditemukan Terpencar di Perairan Seruyan
Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putta mengatakan informasi awal mengenai keberadaan liferaft diterima dari warga Desa Sungai Perlu.
Melansir Antara News, petugas kemudian mengerahkan personel menuju lokasi. Perjalanan menuju titik penemuan membutuhkan waktu sekitar tiga jam karena kondisi medan pantai dan pengaruh pasang surut.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan penyisiran dan menemukan lima liferaft yang diduga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8.
Untuk sementara, kelima sekoci karet tersebut diamankan di Posko Karhutla Desa Sungai Perlu karena keterbatasan sarana untuk mengangkut seluruh benda tersebut.
Temuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang melibatkan Ditpolairud Polda Kalteng, Basarnas dan Pos AL Kuala Pembuang.
Bukan Sekadar Temuan, Lima Sekoci Akan Jadi Barang Bukti
Perkembangan berikutnya membuat temuan di Seruyan semakin penting.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menyampaikan bahwa lima liferaft yang ditemukan di Kalteng akan dibawa untuk kepentingan penyelidikan.
Kelima liferaft tersebut selanjutnya akan menjadi barang bukti dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Menurut keterangan Basarnas, liferaft yang ditemukan warga tersebut berwarna hitam dengan motif oranye dan bertuliskan identitas kapal Virgo.
Dengan demikian, keberadaan lima sekoci tersebut tidak hanya menjadi bagian dari temuan dalam operasi pencarian, tetapi juga dapat memberikan informasi bagi proses investigasi kecelakaan kapal.
Apakah Sekoci Membawa Korban?
Pertanyaan yang muncul setelah penemuan lima sekoci di Seruyan adalah apakah benda tersebut sempat digunakan oleh penumpang atau awak kapal.
Namun, temuan sekoci tersebut belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa korban KM Virgo Transport 8 berada atau terdampar di wilayah Seruyan.
Informasi yang terverifikasi sejauh ini adalah kelima liferaft ditemukan dalam kondisi terpencar di perairan sekitar Desa Sungai Perlu dan kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan fisik terhadap sekoci, lokasi penemuan, waktu ditemukan serta data arus dan kondisi cuaca dapat menjadi bagian penting untuk mengetahui bagaimana benda-benda tersebut bisa berada di perairan Seruyan.
KM Virgo Transport 8 Membawa 243 Orang
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026 ketika melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal tersebut membawa 243 orang serta 89 unit kendaraan. Kapal kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa sebelum akhirnya tenggelam.
Perkembangan operasi SAR terus berubah seiring ditemukannya korban dan dilakukan pencarian di sekitar bangkai kapal.
Dalam laporan terbaru Reuters pada Jumat, 18 September 2026, sebanyak 108 orang telah diselamatkan, sementara 9 orang dinyatakan meninggal dunia dan 126 orang masih dalam pencarian.
Angka tersebut berbeda dengan data awal operasi SAR karena proses pencarian, evakuasi dan identifikasi korban masih berlangsung.
Penyelam TNI AL Temukan Jenazah di Dalam Kapal
Operasi pencarian kini tidak hanya dilakukan di permukaan laut.
Penyelam TNI AL telah menemukan dan mengevakuasi sejumlah jenazah dari dalam bangkai kapal yang berada di dasar Laut Jawa.
Reuters melaporkan operasi penyelaman menghadapi tantangan berupa arus kuat dan kondisi bawah laut yang menyulitkan tim untuk memasuki bagian dalam kapal.
Pemerintah juga telah memulai proses untuk mengatur posisi kapal yang tenggelam agar operasi pencarian dan evakuasi dapat dilakukan lebih lanjut.
Basarnas sebelumnya memastikan tidak ditemukan indikasi kebocoran minyak, oli maupun polusi di sekitar bangkai kapal berdasarkan pemantauan udara.
Temuan di Seruyan Menambah Petunjuk
Lima sekoci yang ditemukan di Seruyan kini menjadi salah satu temuan penting dalam rangkaian penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Namun, aparat dan tim SAR masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara kelima sekoci tersebut dengan proses evakuasi saat kapal mengalami kecelakaan.
Yang pasti, benda-benda tersebut telah diamankan dan direncanakan menjadi bagian dari barang bukti penyelidikan KNKT.
Sementara itu, pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan terus dilakukan di lokasi kecelakaan di Laut Jawa.
Bagi keluarga korban, setiap temuan baru menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. (kaje/*)