InternasionalRubrik

Bukan Sekadar Lari! Terungkap Sejarah Mengerikan di Balik Tradisi Banteng Spanyol yang Bikin Dunia Bergidik

×

Bukan Sekadar Lari! Terungkap Sejarah Mengerikan di Balik Tradisi Banteng Spanyol yang Bikin Dunia Bergidik

Sebarkan artikel ini

Dari ritual menggiring banteng hingga menjadi festival mendunia, encierro di Spanyol menyimpan sejarah panjang, adrenalin ekstrem, dan risiko maut yang terus menjadi sorotan.

tradisi lari banteng spanyol
Momen berani selama festival lari banteng saat peserta menghindari banteng yang menyerang. (Francisco Fernández / Pexels)

MADRID, SPANYOL — Bayangkan ratusan orang berdesakan di jalan sempit, sementara kawanan banteng berlari kencang hanya beberapa meter di belakang mereka. Dalam hitungan detik, suasana festival yang semula dipenuhi sorak-sorai bisa berubah menjadi kepanikan.

Inilah encierro, tradisi lari banteng yang telah menjadi salah satu simbol budaya paling terkenal dari Spanyol. Namun, di balik aksi yang terlihat nekat itu ternyata tersimpan sejarah yang jauh lebih panjang daripada sekadar mengejar sensasi.

Tradisi tersebut pada awalnya berkaitan dengan aktivitas menggiring banteng menuju arena, sebelum berkembang menjadi bagian dari festival masyarakat di berbagai wilayah Spanyol. Dari Pamplona hingga sejumlah kota lainnya, encierro kini menjadi perpaduan antara warisan budaya, pesta rakyat, pariwisata, sekaligus tradisi yang tidak pernah lepas dari risiko kecelakaan.

Berawal dari Aktivitas Memindahkan Banteng

Bagi sebagian orang, lari banteng mungkin identik dengan aksi berbahaya. Namun, sejarah encierro memiliki akar yang lebih praktis.

Di Pamplona, Navarra, tradisi ini berkaitan dengan kegiatan memindahkan banteng dari kawasan di luar kota menuju arena. Pemerintah Navarra menjelaskan bahwa pada masa lalu banteng perlu digiring menuju arena untuk digunakan dalam pertunjukan.

Dalam proses tersebut, masyarakat mulai ikut berlari bersama kawanan banteng. Kebiasaan itu kemudian berkembang secara perlahan menjadi bagian dari perayaan San Fermín.

Dengan demikian, encierro tidak sejak awal dirancang sebagai perlombaan ekstrem seperti yang dikenal masyarakat dunia saat ini.

San Fermín, Festival yang Mengubah Semuanya

Nama encierro kemudian semakin melekat dengan Festival San Fermín di Pamplona.

Festival ini digelar setiap tahun pada Juli dan menghadirkan berbagai kegiatan budaya, musik, parade, tarian serta acara masyarakat. Namun, lari banteng menjadi salah satu agenda yang paling banyak menarik perhatian.

Menurut informasi Pemerintah Navarra, lintasan encierro di Pamplona saat ini memiliki panjang sekitar 848 meter. Lari dimulai pada pagi hari dan membawa kawanan banteng dari kawasan Santo Domingo menuju arena.

Sebelum banteng dilepas, para pelari memiliki tradisi tersendiri dengan memanjatkan doa kepada San Fermín untuk memohon perlindungan.

Sumber: Pemerintah Navarra melalui informasi resmi mengenai sejarah dan pelaksanaan encierro. Navarra.es – Encierro dan San Fermín

Bukan Hanya Pamplona

Meski Pamplona menjadi kota yang paling terkenal, tradisi lari banteng sebenarnya tersebar di berbagai wilayah Spanyol.

Tradisi lari banteng spanyol
Ribuan orang saat mengikuti lari banteng di Pamplona Spanyol / Pinterest

Situs resmi pariwisata Spanyol mencatat bahwa Medina del Campo di Valladolid memiliki tradisi lari banteng yang telah berlangsung sejak 1490.

Bentuknya juga tidak selalu sama. Ada kegiatan yang dilakukan dengan berjalan kaki di dalam kota, ada pula penggiringan banteng menggunakan kuda di kawasan pedesaan sebelum hewan tersebut dibawa menuju lokasi festival.

Di Ampuero, Cantabria, lari banteng juga menjadi bagian dari festival La Virgen Niña. Tradisi tersebut memiliki akar sejarah sejak abad ke-16.

Sementara itu, Cuéllar di Segovia dikenal memiliki salah satu tradisi encierro tertua. Banteng digiring dari kawasan pedesaan menuju kota sebelum rangkaian kegiatan dilanjutkan di jalur yang telah ditentukan.

Sumber: Situs resmi pariwisata Pemerintah Spanyol. Spain.info – Traditional Bull Running in Spain

Mengapa Tradisi Ini Tetap Bertahan?

Ada alasan mengapa tradisi tersebut mampu bertahan selama berabad-abad.

Di berbagai daerah, encierro bukan sekadar pertunjukan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pesta patron, festival tahunan dan perayaan komunitas.

Festival juga mempertemukan masyarakat lokal dengan wisatawan dari berbagai negara.

Musik, parade, makanan, tarian, pertunjukan budaya dan kegiatan masyarakat biasanya berlangsung bersamaan dengan festival.

Karena itu, bagi pendukungnya, encierro merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Festival San Fermín sendiri telah berkembang menjadi perayaan besar yang jauh lebih luas daripada sekadar lari banteng.

Sumber: Situs resmi pariwisata Spanyol. Spain.info – Festival San Fermín

Nama Hemingway Ikut Membuatnya Mendunia

Ada satu nama yang turut berperan membuat Pamplona dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia: Ernest Hemingway.

Penulis asal Amerika Serikat tersebut beberapa kali mengunjungi Festival San Fermín. Pengalamannya kemudian dituangkan dalam novel The Sun Also Rises.

Karya tersebut membantu memperkenalkan suasana Pamplona dan festivalnya kepada pembaca internasional.

Sejak itu, gambaran orang berpakaian putih dengan kain merah di leher berlari di depan banteng menjadi salah satu citra yang sangat melekat dengan budaya Spanyol.

Adrenalin Tinggi, Risiko Juga Tinggi

Namun, popularitas encierro tidak dapat dipisahkan dari risikonya.

Banteng merupakan hewan besar dengan kekuatan luar biasa. Pergerakannya juga sulit diprediksi.

Peserta dapat terjatuh, terinjak, bertabrakan dengan pelari lain atau terkena tandukan ketika kehilangan posisi aman.

Karena itu, penyelenggara di berbagai wilayah menerapkan aturan keselamatan, termasuk pengaturan lintasan, area penonton dan akses bagi petugas medis.

Pemerintah Navarra sendiri menjelaskan bahwa pelaksanaan encierro melibatkan berbagai unsur pengamanan untuk mengantisipasi kecelakaan selama kegiatan berlangsung.

Ketika Festival Berubah Menjadi Tragedi

Risiko tersebut kembali menjadi perhatian setelah insiden tragis di Ayna, wilayah Albacete, pada 5 September 2026.

baca juga: Ngeri! Wanita 64 Tahun Tewas Diseruduk Banteng Saat Festival di Spanyol

Seorang perempuan berusia 64 tahun dilaporkan meninggal setelah diserang banteng ketika berada di dekat lintasan dan tidak berada di balik penghalang keselamatan.

Petugas sempat memberikan pertolongan darurat sebelum korban dievakuasi menggunakan helikopter medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa bahaya dalam festival banteng tidak hanya mengancam orang yang sengaja ikut berlari.

Budaya, Pariwisata, dan Kontroversi

Keberadaan encierro juga menghadirkan perdebatan yang tidak sederhana.

Bagi masyarakat yang mempertahankannya, tradisi tersebut merupakan bagian dari sejarah dan identitas daerah. Festival juga mendatangkan wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Namun, para pemerhati kesejahteraan hewan mengkritik berbagai kegiatan yang menggunakan banteng sebagai bagian dari hiburan dan festival.

Perdebatan mengenai keselamatan manusia dan perlakuan terhadap hewan pun terus berlangsung.

Di sejumlah daerah, aturan penyelenggaraan diperketat untuk mengurangi risiko, baik terhadap peserta maupun penonton.

Bukan Sekadar “Lari dengan Banteng”

Pada akhirnya, encierro tidak bisa dipahami hanya sebagai aksi orang-orang yang nekat berlari di depan banteng.

Tradisi tersebut merupakan bagian dari sejarah panjang masyarakat Spanyol. Dari aktivitas menggiring banteng menuju arena, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival yang melibatkan komunitas, budaya, pariwisata dan tradisi lokal.

Pamplona memang menjadi wajah paling terkenal dari encierro, tetapi berbagai kota lain juga memiliki versi dan sejarahnya sendiri.

Di balik suara langkah kaki, sorak-sorai penonton dan derap kawanan banteng, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana sebuah tradisi bertahan melewati zaman.

Namun, setiap festival juga membawa satu pesan penting: ketika tradisi melibatkan hewan besar yang bergerak bebas, keselamatan tidak pernah boleh dianggap sepele.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *