AI NewsBerita

Neraka di Pinggiran Kyiv: Gudang Amunisi Meledak Digempur Drone Rusia, 37 Nyawa Melayang Seketika

×

Neraka di Pinggiran Kyiv: Gudang Amunisi Meledak Digempur Drone Rusia, 37 Nyawa Melayang Seketika

Sebarkan artikel ini

400 orang terpaksa dievakuasi dari zona berbahaya guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Langit di kawasan pinggiran Kyiv, Ukraina, berubah menjadi lautan api setelah sebuah serangan pesawat tanpa awak (drone) militer Rusia menghantam sebuah fasilitas penyimpanan logistik dan amunisi.

Ledakan dahsyat beruntun yang terjadi seketika memicu kepanikan massal serta menghancurkan puluhan bangunan di sekitarnya.

baca juga: Menguji Ketangguhan Raksasa Udara: Kehandalan Helikopter CH-47 Chinook Jepang dalam Misi Kemanusiaan di Kalimantan

Keterangan jaksa Ukraina, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/8/2026), menyebutkan bahwa gudang yang dihantam serangan drone Rusia itu diduga menyimpan “bahan peledak”. Pihak kejaksaan Kyiv telah memulai penyelidikan atas dugaan kelalaian kriminal terkait situasi tersebut.

Para pejabat Ukraina tidak memberikan rincian mengenai jenis fasilitas yang dihantam serangan tersebut.

Berdasarkan laporan otoritas setempat dan investigasi awal, serangan maut yang memicu detonasi amunisi, peluru, hingga ranjau ini merenggut setidaknya 37 nyawa manusia.

Tragedi kemanusiaan ini langsung memantik sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang menyebut insiden ini sebagai kelalaian serius.
Dentuman Beruntun dan Kehancuran Pemukiman Warga

Serangan telak tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Desa Myla, distrik Kyiv, yang terletak di sebelah barat ibu kota. Guncangan hebat akibat ledakan susulan yang terjadi tiap beberapa menit membuat warga sekitar berlarian menyelamatkan diri.

Tidak hanya meratakan fasilitas penyimpanan, gelombang kejut dan kebakaran hebat turut meluluhlantakkan sedikitnya 130 bangunan tempat tinggal warga, fasilitas sosial, hingga sebuah pusat perawatan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Hampir 400 orang terpaksa dievakuasi dari zona berbahaya guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Salah satu korban jiwa yang turut dilaporkan meninggal dunia di lokasi adalah Taras Didych, kepala pemerintahan daerah setempat (komunitas Dmytrivka), yang dengan berani langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi dan penanganan awal.

Kecaman Keras Pemerintah dan Evaluasi Internal

Menanggapi bencana kemanusiaan ini, Presiden Volodymyr Zelenskyy melancarkan kritik keras atas lokasi penyimpanan amunisi militer yang berada terlalu dekat dengan kawasan permukiman penduduk. Menurutnya, di tengah situasi invasi skala penuh saat ini, kecerobohan dalam menempatkan bahan peledak di zona sipil adalah bentuk kelalaian kriminal yang tidak boleh dibiarkan.

Pemerintah Ukraina kini bergerak cepat untuk mengusut tuntas insiden tersebut dan memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penempatan fasilitas militer di area padat penduduk mendapat hukuman setimpal.

Sementara itu, hari berkabung resmi telah dideklarasikan di wilayah Kyiv guna mengenang puluhan korban jiwa yang tewas dalam salah satu serangan paling mematikan di tahun ini. (kaje/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *