Jakarta – Pemerintah pusat mengambil langkah tegas dalam penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi langsung kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau agar para pelaku utama di balik pembakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut segera dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih mendalam.
Baca juga: Darurat Karhutla Kalimantan: 72 Tersangka Diringkus, Terungkap Modus Licik di Balik Pembakaran Lahan
Langkah luar biasa ini diambil sebagai bentuk komitmen serius negara dalam memberikan efek jera terhadap para aktor intelektual maupun korporasi yang terbukti dengan sengaja memicu bencana ekologis. Karhutla tidak hanya merusak kelestarian lingkungan dan memicu kerugian ekonomi yang masif, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang ditimbulkan.
Tidak hanya itu, Presiden juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) ikut terlibat dalam pengusutan kasus ini. Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026).
“Tolong dibawa ke Jakarta ya. Tolong dikirim ke Jakarta Kapolri ya. Kita dalami di Jakarta. Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya,” kata dia.
Keterlibatan BIN diharapkan mampu menelusuri aktor-aktor besar yang selama ini kerap berlindung di balik operasi ilegal pembukaan lahan.
Dengan ditariknya penanganan kasus ke tingkat nasional di Jakarta, diharapkan proses hukum dapat berjalan secara transparan, objektif, dan menyentuh akar permasalahan yang selama ini menjadi momok tahunan di Provinsi Riau. Pemerintah menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi perusak lingkungan demi kepentingan segelintir pihak.
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melaporkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla di wilayahnya. Sepanjang 2025 hingga 2026, terdapat 94 laporan polisi dengan total 106 tersangka.
Khusus pada tahun 2026, tercatat ada 33 laporan polisi dengan 36 tersangka. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 806,57 hektare. (**)











