Rencana pembukaan rute baru Bontang – Mamuju yang sempat tertunda mulai menemui titik terang.
Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekretariat K2M, Amir Tosina : Tahun Depan Sudah Bisa Difungsikan
Bupati Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) Sitti Sutinah Suhardi mengatakan, rencana tersebut sempat tertunda karena terkendala kondisi panjang dermaga yang disiapkan sebelumnya dianggap tidak memenuhi standar oleh Kementerian Perhubungan.
Baca juga: Warga Keluhkan Kondisi Pemakaman di Lok Tuan, Dewan Desak Lakukan Pemugaran
“Alasannya kemarin katanya pelabuhan Mamuju tidak memadai, ternyata kan tidak seperti itu, pelabuhan kita ada 3 mungkin yang ditinjau kemarin yang tidak memenuhi standar,” ujarnya usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan sekretariat Kerukunan Keluarga Mamuju (K2M), Selasa (6/9/2022) lalu.
Baca juga: Kondisi Memprihatinkan, BW Minta Jalan KS Tubun Diaspal
Ia pun berencana melakukan pertemuan bersama kementerian perhubungan dalam waktu dekat ini, dengan menawarkan satu pelabuhan besar yang representatif sebagai solusi terbaik, yakni Pelabuhan Belang-Belang yang terletak di Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulbar. Ia berharap melalui pertemuan itu nantinya pembukaan rute baru Bontang-Mamuju dapat segera terealisasi.
“Kita ada satu pelabuhan besar yaitu pelabuhan Belang-Belang. Apalagi masyarakat Mamuju yang ada di Bontang rata-rata berasal dari sekitar pelabuhan sana. Jadi insyaallah kita akan segera ke ke kementerian perhubungan meminta untuk betul-betul merealisasikan itu. Apalagi Wali Kota Bontang juga sudah melakukan pertemuan ke kementerian. Jadi sekarang gantian saya,” timpalnya.
Sementara, terkait jenis kapal yang akan beroperasi, Sitti sapaan akrabnya mengungkapkan ada satu kapal swasta yang siap mengisi rute baru tersebut, namun terkendala dengan harga tiket yang yang cukup mahal. Ia pun akan berkordinasi bersama kementerian perhubungan, berharap kapal pemerintah bisa mengisi rute tersebut.
“Untuk kapal swasta sudah ada yang mau masuk tapi harga kapalnya cukup mahal, jadi agak memberatkan masyarakat. Jadi kita berharap kapal Pelni atau kapal pemerintah bisa masuk,” bebernya.
Menanggapi itu, Ketua Komisi lll DPRD Bontang Amir Tosina turut mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam memperjuangkan rute baru tersebut. Bahkan, dirinya mengaku siap mengawal pertemuan tersebut dengan Kementerian Perhubungan.
“Saya akan atur juga jadwal kawal Bu bupati. Semoga kedatangan bupati ini bisa jadi sinyal positif untuk sandar kapal Pelni,” tuturnya.
Selain itu, Ia juga berencana melakukan pertemuan dengan pejabat perwakilan Kaltim di DPR-RI, untuk meminta dukungan agar rencana ini dapat segera terealisasi.
“Untuk mengetahui bagaimana perkembangan, kita akan berusaha juga melakukan kunjungan ke DPR-RI Dapil Kaltim dan meminta dukungan agar rute ini dapat terealisasi Semoga di bulan ini bisa tembus dua kali pertemuan dengan Kementerian,” tandasnya.
Berikutnya di Google News di sini >>
kaje/red











