Paragrafnews: Warga Desa Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan dihebohkan dengan penemuan buaya dengan ukuran 4,5 meter, buaya tersebebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim Satria Biru Damkar Kota Bontang, Minggu (2/6/2019).
Sebelumnya, buaya dengan ukuran 4,5 meter tersebut di temukan oleh warga Desa Nyerakat, setelah sebelumnya buaya dengan ukuran 2,5 meter juga pernah di evakuasi di tempat yang sama.
Informasi yang di himpun paragrafnews, sekira pada Sabtu (1/5/2019) malam. buaya tersebut kerap terlihat oleh warga berseliweran di sekitar sungai, pun munculnya hanya saat air sungai tenang saja, buaya itu tak terlihat lagi ketika air sungai sedang keruh.
Warga pun baru melihatnya di pagi hari, buaya itu ternyata sudah terjerat tali pada patok yang dipasang warga dihulu sungai.
Melihat hal tersebut, warga segera melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang untuk dilakukan evakuasi.
Sekira Pukul 07.40 Wita, tim Disdamkartan yang terdiri dari 10 personil tiba dilokasi, berbekal alat secukupnya dan tim yang solid serta di bantu beberapa warga setempat, buaya berhasil di evakuasi tanpa ada kendala berarti.
Kini buaya bahenol dengan ukuran 4,5 meter tersebut dibawa ke Balai Taman Nasional Kutai Bontang, untuk selanjutnya akan dikirim ke BKSDA.
Sekedar informasi menurut warga sekitar, buaya dengan ukuran yang lebih besar, kerap nampak berseliweran di sekitar sungai. Olehnya Disdamkartan Kota Bontang menghimbau warga untuk tidak sering melakukan aktivitas di sekitar bibir sungai. Baca juga Ibu Jari Putus Akibat Terkaman Buaya, Korban di Larikan ke RS di Samarinda
Sekilas Tentang Buaya
Mengutip wikipedia. Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota famili Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku.
Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya. Namun, ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.
Dikenal pula beberapa nama daerah untuk menyebut buaya, seperti misalnya buhaya (Sd.); buhaya (bjn); baya atau bajul (Jw.); bicokok (Btw.), bekatak, atau buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk; senyulong, buaya jolong-jolong (Mly.), atau buaya julung-julung untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya yang berwarna kehijauan; buaya tembaga, buaya yang berwarna kuning kecoklatan; dan lain-lain.
Dalam bahasa Inggris buaya dikenal sebagai crocodile. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka menyebutnya ‘cacing bebatuan’ karena mengamati kebiasaan buaya berjemur di tepian sungai yang berbatu-batu.





