Paragrafnews.co — Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal publik melalui berbagai kegiatan sosial, menjadi sorotan setelah mengungkap dirinya didatangi pihak yang mempertanyakan penghasilan dari aktivitas media sosial.
Pihak yang datang tersebut diduga berkaitan dengan urusan perpajakan. Namun, dalam video yang beredar, Purnomo sendiri tidak secara tegas menyebut identitas maupun institusi pihak tersebut.
Purnomo justru menunjukkan sikap terbuka. Ia mengaku langsung memberikan rekeningnya agar penghasilan serta arus uang yang berkaitan dengan aktivitas media sosial dapat diperiksa.
Ipda Purnomo Berikan Rekening untuk Dicek
Dalam video tersebut, Purnomo menceritakan kedatangan seorang tamu yang disebut mengaku berasal dari pihak yang kerap mengecek penghasilannya dari media sosial.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sore ini saya kedatangan seorang tamu yang mengaku dari pihak yang sering mengecek-ngecek penghasilan saya dari media sosial,” ujar Purnomo.
Ia kemudian mengatakan telah memberikan rekeningnya kepada pihak tersebut.
“Saya langsung kasih rekening saya biar dicek penghasilan saya dari media sosial berapa, biar tahu keluar masuknya uang di rekening saya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Purnomo tidak hanya berbicara mengenai besaran pendapatan dari media sosial, tetapi juga mempersilakan pihak yang datang melihat arus uang di rekeningnya.
“Kalau Masih Untung, Tak Suruh Ngambil”
Purnomo bahkan melontarkan pernyataan yang cukup menarik perhatian.
Ia mengatakan apabila setelah dilakukan pemeriksaan ternyata masih terdapat keuntungan dari aktivitas media sosialnya, pihak tersebut dipersilakan mengambilnya.
“Kalau seandainya masih untung, tak suruh ngambil,” kata Purnomo.
Namun, ia kemudian mengaitkan pendapatan tersebut dengan kegiatan sosial yang selama ini dilakukannya.
Menurut Purnomo, apabila penghasilan dari media sosial justru belum mencukupi kebutuhan kegiatan sosial dan sedekah, ia berharap pihak yang mempertanyakan penghasilannya juga bersedia membantu.
“Kalau hasil dari media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya,” ujarnya.
Penghasilan YouTube Dikaitkan dengan Kegiatan Sosial
Nama Ipda Purnomo dikenal luas melalui aktivitas sosialnya, termasuk kepeduliannya terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Aktivitas tersebut juga banyak didokumentasikan melalui kanal YouTube Purnomo Belajar Baik.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut pendapatan dari aktivitas digital tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Purnomo.
Sebuah penelitian akademik dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada 2026 juga membahas praktik monetisasi akun Purnomo Belajar Baik dan kaitannya dengan kegiatan sosial serta operasional yayasan.
Dengan demikian, persoalan penghasilan dari media sosial dalam kasus Purnomo tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sebagai kreator konten, tetapi juga dengan keberlangsungan kegiatan sosial yang selama ini ia jalankan.
Mulai Oktober 2026 Monetisasi YouTube Dinonaktifkan
Di tengah persoalan tersebut, Purnomo mengambil keputusan untuk menghentikan monetisasi pada kanal YouTube miliknya.
Ia menyatakan akan menonaktifkan pendapatan dari kanal Purnomo Belajar Baik mulai Oktober 2026.
Keputusan tersebut tidak berarti aktivitas Purnomo di media sosial berhenti.
Ia tetap akan membuat konten yang berisi pesan kebaikan dan kegiatan sosial, hanya saja sumber pendapatan dari monetisasi YouTube akan dihentikan.
Langkah tersebut juga menjadi perhatian karena kanal YouTube selama ini menjadi salah satu sarana Purnomo menyampaikan kegiatan kemanusiaannya kepada masyarakat.
Benarkah yang Datang Petugas Pajak?
Inilah bagian yang masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
Dalam video yang menjadi sumber pernyataan, Purnomo tidak menyebut secara eksplisit bahwa pihak yang datang merupakan petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Ia hanya menyebut seorang tamu yang mengaku berasal dari pihak yang sering mengecek penghasilan media sosialnya.
Karena itu, dugaan bahwa pihak tersebut berkaitan dengan urusan pajak belum dapat dipastikan sebagai pemeriksaan resmi DJP tanpa keterangan langsung dari Purnomo maupun institusi yang bersangkutan.
Sejumlah pemberitaan pada 29 September 2026 juga menyoroti kedatangan pihak yang mempertanyakan penghasilan media sosial Purnomo dan keputusan penghentian monetisasi YouTube.
Konteks tersebut membuat isu mengenai pajak dan penghasilan kreator digital ikut menjadi perhatian publik.
Purnomo Pilih Tetap Berbuat Baik
Meski monetisasi YouTube akan dihentikan, Purnomo menyatakan kegiatan sosialnya tetap berlanjut.
Konten-konten mengenai kepedulian sosial dan ajakan berbuat baik juga tetap akan dibuat.
Dengan keputusan tersebut, perubahan utama berada pada sumber pendapatan dari platform digital, bukan pada aktivitas sosial yang selama ini dijalankan.
Purnomo sebelumnya dikenal menggunakan media sosial untuk memperlihatkan berbagai aktivitas kemanusiaan yang dilakukannya.
Kini, setelah penghasilannya dari YouTube dipertanyakan, ia memilih memberikan rekening untuk diperiksa dan kemudian menyatakan akan menghentikan monetisasi.
Pernyataan Purnomo tersebut pun memunculkan satu kalimat yang paling mencuri perhatian:
“Kalau seandainya masih untung, tak suruh ngambil.”
Sementara itu, soal siapa sebenarnya pihak yang datang dan apakah benar berkaitan dengan pemeriksaan pajak, masih menunggu keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Paragrafnews.co akan terus memantau perkembangan informasi mengenai Ipda Purnomo, penghasilan dari media sosial, serta keputusan penghentian monetisasi kanal Purnomo Belajar Baik.