Paragrafnews.co — Para ilmuwan menemukan spesies amoeba yang mampu bertahan dan tetap aktif pada suhu yang dianggap ekstrem bagi sebagian besar organisme. Mikroorganisme baru tersebut ditemukan di sumber air panas Lassen Volcanic National Park, California, Amerika Serikat.
Spesies yang diberi nama Incendiamoeba cascadensis itu bahkan mampu melakukan pembelahan sel pada suhu hingga sekitar 63 derajat Celsius dan tetap aktif hingga 64 derajat Celsius. Temuan ini menjadi perhatian karena mencatat batas toleransi panas baru untuk organisme eukariotik.
Bukan sekadar bertahan, amoeba ini tetap aktif
Amoeba dikenal sebagai organisme bersel satu yang bentuk tubuhnya dapat berubah-ubah. Namun, kemampuan Incendiamoeba cascadensis menghadapi panas membuatnya berbeda dari banyak organisme eukariotik yang telah dikenal sebelumnya.
baca juga: 1.500 Pohon Natal Ditenggelamkan ke Danau, 3 Tahun Kemudian Ilmuwan Temukan Perubahan Besar
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa organisme ini mampu melakukan mitosis, atau pembelahan sel, pada suhu sekitar 63°C. Pada sekitar 64°C, amoeba tersebut masih mampu bergerak dan mencari makanan.
Bahkan setelah terkena suhu sekitar 70°C, organisme ini masih dapat pulih ketika dikembalikan ke kondisi temperatur yang lebih rendah.
Hidup di lingkungan yang sangat panas
Spesies tersebut ditemukan di lingkungan panas bumi di kawasan Lassen Volcanic National Park.
Lingkungan seperti ini menjadi salah satu tempat penting bagi ilmuwan untuk mempelajari bagaimana kehidupan dapat beradaptasi dengan kondisi ekstrem.
Di habitatnya, Incendiamoeba cascadensis memangsa bakteri yang juga telah beradaptasi dengan suhu tinggi. Dengan demikian, amoeba tersebut bukan hanya mampu bertahan di lingkungan panas, tetapi juga menjalankan aktivitas biologis seperti mencari makanan dan berkembang biak.
Bagaimana amoeba bisa tahan panas?
Peneliti menemukan sejumlah mekanisme yang diduga membantu organisme tersebut menghadapi kondisi ekstrem.
Amoeba dapat mengubah bentuk tubuhnya, membentuk lapisan perlindungan, serta mengaktifkan gen yang berkaitan dengan perbaikan DNA ketika mengalami tekanan akibat panas.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan bersel satu memiliki strategi adaptasi yang jauh lebih kompleks daripada yang mungkin terlihat dari ukurannya.
Memperluas batas kehidupan di Bumi
Penemuan ini penting karena kelompok eukariota mencakup manusia, hewan, tumbuhan, jamur, serta berbagai organisme bersel satu.
Selama ini, kondisi lingkungan dengan temperatur sangat tinggi menjadi salah satu batas penting dalam pembahasan mengenai kehidupan.
Kemampuan Incendiamoeba cascadensis melakukan pembelahan sel pada suhu sekitar 63°C dan tetap aktif pada sekitar 64°C menunjukkan bahwa batas tersebut dapat lebih tinggi daripada yang sebelumnya diketahui.
Penelitian ini juga menarik untuk astrobiologi, bidang yang mempelajari kemungkinan kehidupan di luar Bumi. Lingkungan ekstrem di Bumi kerap digunakan sebagai analog untuk memahami kondisi yang mungkin terdapat di dunia lain.
Namun, temuan mengenai amoeba tersebut tidak berarti ilmuwan telah menemukan kehidupan di luar Bumi. Relevansinya adalah membantu peneliti memahami kondisi ekstrem seperti apa yang masih memungkinkan kehidupan bertahan.
Fakta unik Incendiamoeba cascadensis
- Jenis: amoeba, organisme bersel satu.
- Nama ilmiah: Incendiamoeba cascadensis.
- Habitat: sumber air panas di Lassen Volcanic National Park, California.
- Suhu pembelahan sel: hingga sekitar 63°C.
- Suhu ketika masih aktif: sekitar 64°C.
- Paparan panas yang masih dapat dipulihkan: sekitar 70°C.
- Keunggulan: mencatat rekor toleransi panas untuk organisme eukariotik.
Mengapa temuan ini penting?
Penemuan Incendiamoeba cascadensis memperlihatkan bahwa kehidupan mampu beradaptasi terhadap kondisi yang sangat ekstrem. Bagi ilmu biologi, temuan ini membantu memperluas pemahaman mengenai batas kehidupan dan mekanisme sel dalam menghadapi tekanan lingkungan.
Bagi penelitian astrobiologi, organisme ekstrem seperti ini juga dapat menjadi petunjuk untuk memahami kemungkinan lingkungan yang mampu mendukung kehidupan di luar Bumi—meski sejauh ini belum ada bukti bahwa amoeba tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan extraterestrial.
Sumber: Reuters, penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Cell.