Fakta Unik

10 Fakta Menarik tentang Piano, dari Penemuan Cristofori hingga Pernah Dibawa ke Luar Angkasa

×

10 Fakta Menarik tentang Piano, dari Penemuan Cristofori hingga Pernah Dibawa ke Luar Angkasa

Sebarkan artikel ini

Alat musik yang terlihat elegan ini ternyata menyimpan sejarah panjang, mekanisme rumit, piano raksasa seberat hampir 2 ton, hingga kisah unik sebuah piano yang pernah dimainkan di luar angkasa.

PARAGRAFNEWS.CO – Piano mungkin menjadi salah satu alat musik yang paling mudah dikenali. Deretan tuts hitam dan putihnya dapat ditemukan mulai dari ruang konser, sekolah musik, rumah, studio rekaman hingga berbagai panggung pertunjukan.

Namun, di balik bentuknya yang sederhana, piano merupakan hasil perkembangan teknologi musik selama lebih dari tiga abad. Instrumen ini memiliki mekanisme yang cukup rumit, menghasilkan rentang nada yang luas dan telah mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali dikembangkan di Italia.

baca juga: Bukan Sekadar Hiasan Rumah, Ini 7 Fakta Unik Tanaman Hias yang Jarang Diketahui Orang!

Bahkan, ada piano yang memiliki 156 tuts dan berat lebih dari 1,8 ton, sementara sebuah piano yang berkaitan dengan film klasik Casablanca pernah terjual jutaan dolar di lelang.

Berikut 10 fakta menarik tentang piano yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Piano Pertama Dikembangkan Bartolomeo Cristofori

Sejarah piano tidak dapat dipisahkan dari nama Bartolomeo Cristofori, pembuat alat musik asal Italia yang bekerja di lingkungan istana Medici di Florence.

Metropolitan Museum of Art mencatat bahwa Cristofori mengembangkan piano pertama sekitar tahun 1700. Inventaris alat musik keluarga Medici pada 1700 telah menyebut instrumen baru ciptaannya yang menggunakan mekanisme palu dan peredam suara.

Berbeda dengan harpsichord yang menghasilkan suara dengan cara memetik senar, mekanisme Cristofori memungkinkan pemain menghasilkan suara lebih lembut atau lebih keras berdasarkan tekanan pada tuts.

Dari sinilah gagasan piano e forte atau kemampuan menghasilkan suara lembut dan keras menjadi bagian penting dari identitas instrumen tersebut.

2. Piano Tertua yang Masih Bertahan Hanya Memiliki 54 Tuts

Piano modern umumnya memiliki 88 tuts. Namun, jangan bayangkan piano pertama memiliki keyboard sepanjang itu.

Piano Cristofori yang dibuat pada 1720 dan kini berada di Metropolitan Museum of Art hanya memiliki 54 tuts.

Instrumen tersebut merupakan piano tertua yang masih bertahan dan menunjukkan betapa berbeda bentuk piano awal dibandingkan instrumen modern.

Rentang nada piano kemudian berkembang seiring perubahan kebutuhan komponis dan perkembangan teknologi pembuatan piano.

3. Piano Modern Umumnya Memiliki 88 Tuts

Jika melihat piano modern, kita biasanya menemukan 88 tuts, terdiri dari 52 tuts putih dan 36 tuts hitam.

Rentangnya mencakup sekitar 7¼ oktaf, dari A0 hingga C8. Dengan penyetelan A4 pada 440 Hz, frekuensi nada terendah sekitar 27,5 Hz dan nada tertinggi sekitar 4.186 Hz.

Namun, 88 tuts bukan berarti semua piano yang ada di dunia harus memiliki jumlah tersebut.

Beberapa piano khusus justru dibuat dengan jumlah tuts lebih banyak.

4. Piano Bukan Sekadar Alat Musik Bertali

Piano sering dianggap sebagai bagian dari keluarga alat musik berdawai karena di dalamnya terdapat banyak senar.

Tetapi cara menghasilkan bunyinya berbeda dari gitar atau biola.

Ketika tuts piano ditekan, mekanisme di dalam instrumen menggerakkan palu kecil yang memukul senar. Getaran senar kemudian diteruskan melalui bagian-bagian piano untuk menghasilkan suara.

Karena mekanismenya melibatkan senar sekaligus palu yang memukul senar, piano memiliki karakteristik yang membuatnya sering dikaitkan dengan kelompok alat musik berdawai sekaligus perkusi.

Mekanisme palu dan peredam tersebut sudah menjadi bagian penting dari inovasi Cristofori sejak awal perkembangan piano.

5. Warna Tuts Piano Dahulu Tidak Selalu Seperti Sekarang

Piano modern identik dengan tuts putih dan hitam.

Namun, sejumlah piano awal memiliki susunan warna yang berbeda dari keyboard modern. Pada beberapa instrumen awal, tuts nada natural dapat berwarna gelap, sementara tuts kromatik berwarna lebih terang.

Perubahan desain tersebut merupakan bagian dari evolusi keyboard selama perkembangan instrumen.

Jadi, susunan hitam-putih yang sekarang terasa sangat familiar sebenarnya merupakan hasil perkembangan desain selama berabad-abad, bukan satu-satunya bentuk keyboard dalam sejarah piano.

6. Ada Piano Raksasa dengan 156 Tuts

Piano tidak selalu berukuran seperti grand piano yang biasa kita lihat di panggung konser.

Guinness World Records mencatat piano terbesar yang dibuat oleh Daniel Czapiewski di Szymbark, Polandia.

Piano tersebut memiliki panjang sekitar 6,07 meter, lebar 2,495 meter dan tinggi sekitar 1,925 meter.

Yang lebih mengejutkan, instrumen raksasa tersebut memiliki 156 tuts, mampu mencakup sekitar 12¾ oktaf dan memiliki berat sekitar 1.820 kilogram. Piano itu dimainkan dalam sebuah konser di Szymbark pada 30 Desember 2010.

Ukuran tersebut membuat piano ini jauh berbeda dari instrumen yang biasa ditemui di ruang musik.

7. Piano Pernah Dibawa ke Luar Angkasa

Piano bahkan pernah ikut dalam aktivitas manusia di luar angkasa.

Namun, instrumen yang digunakan bukan grand piano berukuran besar. Yang dibawa adalah keyboard elektronik.

Astronaut NASA Ed Lu diketahui memainkan keyboard di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dalam kondisi mikrogravitasi, memainkan alat musik bukan perkara sederhana karena benda dan tubuh tidak otomatis berada pada posisi tetap seperti di Bumi.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas yang terlihat sederhana di Bumi bisa menjadi tantangan berbeda ketika dilakukan di lingkungan luar angkasa.

8. Piano Memiliki Rentang Nada Lebih dari Tujuh Oktaf

Salah satu keunggulan piano adalah rentang nadanya yang luas.

Keyboard standar 88 tuts mencakup sekitar 7¼ oktaf, dari A0 sampai C8. Yamaha mencatat rentang tersebut setara dengan sekitar 27,5 Hz hingga 4.186 Hz ketika A4 disetel pada 440 Hz.

Rentang tersebut membuat piano dapat memainkan nada sangat rendah sekaligus sangat tinggi dalam satu instrumen.

Itulah salah satu alasan piano dapat digunakan dalam berbagai jenis musik, mulai dari musik klasik, jazz, pop hingga musik film.

9. Piano dalam Film Casablanca Terjual US$3,4 Juta

Piano juga dapat menjadi bagian penting dari sejarah perfilman.

Salah satunya adalah piano yang digunakan dalam film klasik Casablanca (1942), terutama dalam adegan yang berkaitan dengan lagu As Time Goes By.

Pada 2014, piano tersebut dilelang di New York dan terjual sekitar US$3,4 juta, termasuk pajak menurut laporan mengenai lelang tersebut.

Menariknya, piano tersebut bukan piano konser modern dengan 88 tuts. Instrumen yang digunakan dalam film tersebut dilaporkan hanya memiliki 58 tuts dan telah dimodifikasi untuk kebutuhan produksi film.

Dengan demikian, nilai benda tersebut bukan semata-mata karena fungsi musikalnya, tetapi juga karena sejarahnya sebagai memorabilia perfilman.

10. Piano Cristofori Tua Masih Bisa Ditemukan di Museum

Warisan Cristofori tidak hanya tercatat dalam buku sejarah.

Metropolitan Museum of Art menyimpan piano Cristofori yang dibuat pada 1720. Dua piano Cristofori lainnya yang masih bertahan dibuat pada 1722 dan 1726 dan berada di museum musik di Roma serta Leipzig.

Piano 1720 di Metropolitan Museum bahkan memperlihatkan secara langsung betapa jauh perkembangan instrumen tersebut sejak awal.

Keyboard-nya hanya memiliki 54 tuts dan mekanismenya berbeda dari piano modern, tetapi prinsip penting yang membuat piano mampu merespons sentuhan pemain sudah terlihat di sana.

Piano, dari Istana Italia hingga Panggung Dunia

Perjalanan piano menunjukkan bahwa sebuah alat musik dapat berkembang mengikuti kebutuhan manusia.

Dari eksperimen Bartolomeo Cristofori sekitar tahun 1700, piano kemudian mengalami perubahan bentuk, mekanisme, rentang nada dan konstruksi hingga menjadi instrumen 88 tuts yang dikenal sekarang.

Sejarahnya bahkan menghasilkan berbagai fakta yang terdengar tidak biasa: ada piano tertua berusia lebih dari tiga abad, piano raksasa seberat hampir dua ton, keyboard yang pernah dibawa ke luar angkasa, hingga piano dari film klasik yang terjual jutaan dolar.

Di balik deretan tuts hitam dan putih itu, piano bukan hanya alat untuk memainkan nada. Ia juga merupakan bagian dari sejarah teknologi, seni, budaya dan perkembangan musik dunia.

Sumber Utama

  • The Metropolitan Museum of Art — sejarah Bartolomeo Cristofori dan piano awal.
  • Smithsonian National Museum of American History — koleksi dan sejarah piano Steinway.
  • Yamaha — perkembangan keyboard 88 tuts dan rentang frekuensi piano.
  • Guinness World Records — catatan piano terbesar.
  • Bonhams/berbagai laporan lelang — penjualan piano Casablanca pada 2014.
  • The Fact Site — artikel referensi awal yang menjadi bahan pembanding fakta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *